Articles


UMKM KEPO "KREMESE POOOL"

Pak Fian seorang penggiat UMKM di Desa Karangawen dengan produk unggulannya Mie Lidi Kepo. Beliau merupakan salah satu contoh pengusaha sukses di daerah pedesaan dengan omset per bulan mencapai 45-60 juta.

Salah satu produk makanan yang terkenal di Desa Karangawen yaitu Mie Lidi Kepo yang pemasarannya sudah di enam kabupaten. Produk Mie Lidi ini termasuk ke dalam UMKM yang telah dirintis sejak tahun 2018 oleh Pak Fian. Awal mulanya Pak Fian berjualan es krim yang diberi nama Kepo kemudian mulai beralih dan mencoba untuk berjualan mie lidi dan diberi nama yang sama yaitu Mie Lidi Kepo, nama “Kepo” merupakan kepanjangan dari kremese pol. Selain mie lidi, UMKM ini juga memproduksi basreng, seblak dan bakso aci instan. Sejauh ini pemasaran Mie Lidi Kepo sebagian besar secara offline dengan dititipkan ke toko-toko di sekitar Kabupaten Pati dan kabupaten lain serta secara online melalui facebook. Dalam sebulan omset yang didapat bisa mencapai 45-60 juta, omset tersebut cukup besar untuk UMKM di wilayah pedesaan. Walaupun demikian, selama berbisnis mie lidi Pak Fian mengalami jatuh bangun dan kendala-kendala yang menghambatnya. Kendala-kendala tersebut berupa permasalahan internal dengan karyawan, tidak adanya distributor, cuaca hujan, sulit mencari karyawan, serta jumlah penjualan tidak stabil karena bergantung dengan kondisi keuangan konsumen. Kendala lain yang sangat mempengaruhi penjualan produk ini yaitu pada tahun 2020 saat terjadi Pandemi Covid-19, dimana penjualan mie lidi menurun disaat trend penjualan meningkat. Strategi untuk bertahan di masa Pandemi Covid-19, Pak Fian mencoba memasukkan produk mie lidi di toko-toko sekitar yang sebelumnya mie lidi hanya dipasarkan di kantin-kantin sekolah dan reseller dari anak SMA. Strategi tersebut berhasil dan penjualan mie lidi bisa naik perlahan-lahan. Kedepannya Pak Fian ingin mencoba berbisnis frozen food. Motivasi terbesar Pak Fian sebagai pelaku UMKM yaitu Pak Fian ingin bermanfaat tidak hanya untuk dirinya saja, tetapi juga untuk masyarakat sekitar dengan cara membuka lapangan pekerjaan melalui bisnis yang dirintis.


UMKM KERIPIK AL-KHUSNA

Bu Siti merupakan sosok wanita inspiratif yang sukses memulai usaha sendiri dengan kerja kerasnya. Beliau mampu membuktikan bahwa wanita yang hidup di pedesaan dapat maju dan berkembang di lingkungan dengan budaya yang kental. Dari bisnisnya, Bu Siti juga mampu meningkatkan perekonomian keluarga serta membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.

Awal mula beliau merintis keripik pisang, talas, dan singkong karena terhimpit ekonomi dan ingin membantu perekonomian keluarga. Bisnis yang dijalankan Bu Siti sudah berjalan cukup lama, kurang lebih hampir 10 tahun. Selain menjual produk keripik dari umbi-umbian dan pisang. Bu Siti juga menjual jajanan kering saat bulan puasa sampai mendekati lebaran. Dalam sehari, Bu Siti bisa menghabiskan 50 kg umbi dan enam tundun pisang untuk proses produksi keripik. Selama proses produksi, Bu Siti dibantu oleh tiga karyawan yang merupakan tetangga di sekitar rumahnya. Proses produksi tersebut dilakukan hampir setengah hari dimulai dari pagi dan untuk saat ini dipasarkan hanya sekutar Desa Karangawen dan pasar sekitar. Dari penjualan keripik tersebut, Bu Siti dapat memperoleh omset 10 juta dalam sebulan. Omset tersebut cukup banyak untuk produksi rumahan dengan proses produksi yang masih tradisional. Walaupun demikian, dalam merintis bisnis keripik ini, Bu Siti pernah mengalami kegagalan dalam proses produksi dan kendala-kendala yang menghambat produksi keripik. Kendala-kendala tersebut, diantaranya kurangnya bahan-bahan untuk proses pembuatan, tempat produksi kurang luas, pemasaran produk yang masih terbatas, serta ketika harga bahan baku naik. Selain itu, saat pandemi Covid-19 juga jadi penghambat dalam penjualan keripik, permintaan akan keripik mengalami penurunan sehingga mengurangi keuntungan yang diperoleh. Serta, Bu Siti sempt megalami sakit selama hampir 3 minggu yang memyebabkan berhentinya proses produksi. Setelah Bu Siti sembuh, proses produksi berjalan kembahli bahkan jumlah keripik yang diproduksi kian meningkat. Dari hasil keripik ini, Bu Siti mampu meninkatkan perekonomian kerluarga. Bu Siti adalah sisik wanita inspiratif yang mampu membuktikan bahwa hidup di wilayah pedesaan dengan budaya yang kental, tetapi mampu sukses dengan usaha sendiri yang dimulai dari 0. Bisnis keripik yang dirintis Bu Siti menjadi salah satu UMKM yang sukses dan berkembang di Desa Karangawem serta berperan altif dalam membantu meningkatkan perekonomian Desa Karangawen.